rock bottom • bbangkyu “intern” season 2
Camin hari ini datang dengan tangan penuh barang bawaan. Penyuar telinganya tetap tergantung di telinga, namun rasanya bak tersengat listrik-listrik kecil kala setiap netra menyibir sembari berbisik. Masalah kemarin masih belum selesai. Penyuka gosip akan menutup sebelah telinga, pun Changmin enggan menghabiskan tenaga untuk menjelaskan.
Let them belive what they wanna believe, begitu pikirnya.
“Camin, you okay?” tanya Seungbum yang datang bersama segelas teh hangat. Camin hanya menjawab dengan anggukan, kemudian Seungbum menambahkan, “Kalau ada apa atau mau ngobrol, call aja gak apa,” sebelum kembali pergi untuk menyiapkan pemotretan hari ini.
Berbicara soal perilaku Seungbum, Younghoon mungkin akan melakukan hal yang sama jika menyaksikan situasi ini. Lelaki itu melamun sebentar kala jempolnya mengusap bibir gelas yang menghangat.
Ketukan Cherry di meja Changmin membuat lamunan itu buyar. “Studio dua, jam sepuluh ya. Aku mau ngobrol sama Pak Koo dulu,” pamit Cherry yang kemudian membuat Changmin bersiap bekerja.
Produk penutup kepala menjadi bahan yang super mudah bagi Changmin. Beruntung di hari yang terasa berat ini hanya ada satu tugas ringan.
“Camin sakit?” tanya Steff yang baru datang.
“Pagi Kak Steff, enggak kok. Habis ini aku kirim *mood board-*nya ya.”
Steffani pun mengacungkan jempolnya. Namun alih-alih langsung bersiap bekerja, wanita itu mampir untuk berdiri di sebelah meja Changmin. “Let the dog bark, don’t waste you energy for them,” ucapnya kemudian menepuk pundak Changmin.